Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) selenggarakan pelatihan untuk pelatih (PuP) pengurangan risiko bencana yang diikuti oleh para tenaga pengajar tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Hotel Pangeran Beach, Kota Padang. Lewat pelatihan ini, Kogami ingin mendorong penerapan kurikulum muatan lokal pengurangan risiko bencana di sekolah.
Pelatihan berlangsung selama empat hari, 19-22 Mei 2010 di Ruang Hangtuah 1. Ada 60 peserta yang mengikuti pelatihan, terdiri dari 30 tenaga pengajar SD, 15 tenaga pengajar SMP, dan 15 tenaga pengajar SMA. Lembaga pendidikan formal merupakan komponen penting dalam rencana aksi pengurangan risiko bencana sehingga penerapan kurikulum khusus kebencanaan diperlukan.
Setelah dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Wali Kota Padang (19/5), rangkaian kegiatan dimulai. Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, mengatakan pemerintah kota telah menetapkan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2008 tentang Penanggulangan Bencana. Di dalam Perda itu ada aturan mengenai kurikulum muatan lokal siaga bencana. Lewat kegiatan PuP ini para tenaga pengajar bisa mengkaji sekaligus menerapkan rancangan kurikulum muatan lokal siaga bencana di Kota Padang di sekolahnya masing-masing.
PuP merupakan lanjutan kerjasama antara Kogami dan Dinas Pendidikan Kota Padang dalam pengembangkan tindakan-tindakan pengurangan risiko bencana di sekolah. Kerjasama ini mendapat dukungan JICA dan TROCAIRE melalui Program Perkuatan lembaga pendidikan formal serta pembangunan model sistem informasi publik untuk penanggulangan bencana.
Peserta akan mendengarkan pemaparan kebijakan kurikulum muatan lokal siaga bencana, pengembangan standar isi, serta Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Setelah pelatihan, para tenaga pengajar mendapatkan informasi yang jelas tentang kemampuan-kemampuan dasar yang akan disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sabar Rina, Fasilitator JICA-Kogami Kota Padang, Sumatra Barat.
I likes this notes. regard from Aceh.